Ratusan Pedagang UMKM di Banda Aceh Sambangi Mahirah Muamalah Syariah

Ratusan pedagang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dibawah binaan OVOP Banda Aceh menyambangi kantor Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Mahirah Muamalah Syariah (MMS) milik Pemerintah Kota Banda Aceh. (22/1).

Bapak T. Hanansyah, SE. Ak selaku Direktur Utama Mahirah Muamalah Syariah, didampingi Bapak Mufied Al Kamal, S.Sos.I, SE, selaku Direktur kepada NBA, mengatakan “Alhamdulillah LKM MMS hari ini disambangi ratusan pelaku UMKM yang hampir rata-rata semuanya wanita, adapun tujuannya kesini untuk menanyakan soal pemberian bantuan modal usaha dari LKM MMS,” Kata Direktur Utama T. Hanansyah, SE. Ak.

Kepada para pelaku UMKM tersebut, T. Hanansyah, SE. Ak yang juga Wakil Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Aceh ini menjelaskan, bahwasanya program pemberdayaan masyarakat miskin harus dirancang berdasarkan analisa yang mendalam.

Baik tentang kemiskinan dan faktor sosial ekonomi lainnya. “Dalam konteks Indonesia, Aceh khususnya dan negara berkembang lainnya, masyarakat menjadi miskin bukan karena malas, melainkan karena produktivitasnya rendah, hal tersebut diakibatkan oleh kurangnya akses dalam bidang ekonomi (modal), kesehatan dan pendidikan.” Terangnya.

Lanjut T. Hanansyah, SE. Ak, tertutupnya akses masyarakat miskin dalam berbagai bidang terutama ekonomi, kesehatan dan pendidikan menyebabkan mereka sulit melakukan mobilitas vertikal dan terjebak dalam lingkaran kemiskinan.

"Masyarakat miskin tidak punya sumberdaya ekonomi (uang) atau dengan kata lain pendapatannya rendah. Pendapatan rendah menyebabkan tingkat kesehatan dan pendidikan rendah, sehingga produktivitasnya juga rendah. Dan Produktivitas rendah berdampak pada pendapatan yang rendah pula, begitu juga seterusnya.” Ungkapnya.

Salah satu jalan pengentasan kemiskinan adalah dengan cara memutus mata rantai kemiskinan tersebut. Salah satu caranya adalah membuka akses modal kepada masyarakat miskin, sehingga mereka dapat meningkatkan pendapatan, sekaligus mengakumulasi modalnya hingga semakin meningkat secara bertahap, pada akhirnya kesejahteraan akan terwujud. Ujar Hanansyah.

Jadi beberapa faktor tersebut lah yang membuat H. Aminullah Usman, SE. Ak, MM, selaku Wali Kota Banda Aceh dan Drs. H. Zainal Arifin, Wakil Wali Kota, membentuk LKM MMS ini. Dan Alhamdulillah sudah mendapatkan penghargaan dari Kementerian Koperasi dan UKM sebagai bentuk inovasi original dan juga di akui oleh OJK. Tambahnya.

Untuk itu, “Kelompok usaha UMKM yang hampir rata-rata Wanita ini yang berpenghasilan rendah yang ada di Kota Banda Aceh harus kita bantu, agar ekonomi mereka bisa berubah dan meningkat. Banyak BANK disini yang tidak masuk di sektor ini, karena beresiko tinggi, jadi LKM MMS bentukan Pemko Banda Aceh lahir agar masyarakat dapat mengakses permodalan dengan baik dan bermanfaat bagi keluarganya sehingga bisa membantu ekonomi keluarga agar lebih baik.” Tegas T. Hanansyah, SE. Ak.

Dengan produktifitas yang tinggi karena telah teraksesnya modal usaha kepada masyarakat miskin yang berpendapatan rendah, maka akan meningkatkan pula kesehatan dan pendidikan keluarga serta kemiskinan akan jauh menurun. Tutup T. Hanansyah, SE. Ak. (AD)

Sumber : https://www.newsbandaaceh.com/2019/01/ratusan-wanita-pedagang-umkm-di-banda-aceh-sambangi-mahirah-muamalah-syariah/