Ketum MES Aceh Gelar Maulid dan Dialog Ekonomi Syariah, Ini Tujuannya

NBA – Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Aceh, MM dan IAA menggelar kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, (7/2) di Pendopo Wali Kota Banda Aceh, mengusung tema ‘Dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H, Kita Tingkatkan Penerapan Ekonomi Syariah Di Aceh dan Ukhuwah Islamiyah’.

Kegiatan Maulid yang kita gelar bersama fakir miskin dan anak yatim pada tahun ini, sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, jadi selain ada tausyiah Maulid, juga diadakan dialog Ekonomi Syariah yang dihadiri pengurus MES Aceh, FKMM, IAA, KWPSI, IAEI, Pengusaha Mikro, BI, OJK, Perbankan, para pakar dari Universitas di Banda Aceh, Pimpinan Dayah-dayah, BKM, Kadin dan Asbisindo, dengan total undangan 500 orang lebih yang hadir. Kata Drs. Purnama Karya, MM pada NBA.

“Hasil dialog acara ini nantinya akan mendapatkan rekomendasi pelaksanaan ekonomi syariah yang ideal, dimana akan di berikan kepada Pak Gubernur dan Kepala Daerah Wali Kota/Bupati di seluruh Provinsi Aceh agar setiap hal yang berhubungan dengan ekonomi syariah menjadi prioritas di dalam setiap pelaksanaannya,” ungkapnya.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah, Prof. DR. Nasir Aziz, MBA dalam sambutannya menyampaikan, penerapan ekonomi syariah ini adalah suatu sistem ekonomi yang mensejahterakan umat dan tidak dzalim serta dapat Mengatasi kemiskinan dengan sistem ekonomi yang ada saat ini.

Sementara itu Ketua MES Aceh yang juga Wali Kota Banda Aceh, H. Aminullah Usman, SE. Ak, MM dalam sambutannya mengatakan, tujuan di adakan Maulid Nabi ini adalah sebagai rasa syukur kita dalam mencontoh keteladanan Nabi Muhammad, dan sebagai silaturrahim antar sesama masyarakat.

“Serta dalam dialog ekonomi syariah nantinya, tentunya semoga dapat menghasilkan sistem-sistem dalam penerapan ekonomi syariah yang tujuannya adalah untuk dapat mensejahterakan umat.” Harap Aminullah yang juga Ketua Umum FKMM.

H. Ust Fachruddin Lahmuddin, M.PD dalam tausiyahnya menyampaikan, Nabi Muhammad adalah Nabi pilihan Allah SWT yang di turunkan untuk menjadi rahmad, baik di dunia maupun diakhirat. Serta menjadikan contoh keteladanan hidup Nabi yang dihabiskan agar manusia tidak tejerumus dosa, maka Nabi Muhammad selalu memikirkan yang terbaik bagi ummatnya.

Usai tausyiah, kegiatan dilanjutkan dengan dialog ekonomi syariah yang berlangsung selama satu jam, terlihat antusias seluruh hadirin dalam bertanya dan meminta pandangan, dari berbagai kalangan narasumber, mulai dari mantan Menteri Menpan-RB, Azwar Aboubakar, Kepala Perwakilan BI Aceh, Zainal Arifin Lubis, Ketua UKM Aceh, Dr. Iskandar Majid.

Prof. Drs. Yahrizal Abbas, MA sebagai moderator pembawa acara dalam dialog tersebut menyampaikan, Indonesia adalah Negara dengan umat muslim terbesar dan di Provinsi Aceh khususnya, penerapan mulai dari pelaksanaan syariat islam dan qanun syariah banyak yang telah lahir.

Aceh adalah satu-satunya Provinsi di Negara Kesatuan Republik Indonesia yang telah melaksanakan syariat Islam, tentunya ekonomi syariah bukanlah persoalan masalah agama, sehingga sudah semestinya bisa jadi alternatif instrumen yang digunakan oleh masyarakat dunia. Ungkapnya. (Red).

Sumber : https://www.newsbandaaceh.com/2019/02/ketum-mes-aceh-gelar-maulid-dan-dialog-ekonomi-syariah-ini-tujuannya/